Cabdin Bojonegoro Gelar Sosialisasi dan Penguatan Guru Penggerak Angkatan 5
Setelah dinyatakan resmi lolos seleksi tahap 2 (simulasi mengajar dan wawancara), para pendaftar Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 5 di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro diundang untuk mengikuti sosialisasi dan penguatan. Acara ini diselenggarakan di SMK Negeri 1 Bojonegoro pada Kamis, 7 April 2022, pukul 09.00-12.30.
Hadir sebagai narasumber para pengawas Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro yang telah bertugas sebagai fasilitator dan instruktur dalam Program Guru Penggerak. Di antaranya, Bapak Teguh Supriyadi, Ibu Anis Fathul Cholis, Ibu Sri Restu W., Ibu Titik Moedjayanti, Bapak Ribut Margo Mulyanto, Bapak Lukman, Bapak Samadi, dan Bapak Imam Sujianto, Selain itu, para pengajar praktik angkatan 5 juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan alur kerjanya.
Para peserta sosialisasi dan penguatan ini adalah 204 guru yang telah ditetapkan sebagai pendaftar Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 5. Mereka tersebar dari sejumlah SMA, SMK, dan PKLK di Kabupaten Bojonegoro. Semua tampak antusias mengikuti kegiatan awal sebelum menjalankan serangkaian proses dalam Program Guru Penggerak.
Para CGP Angkatan 5 akan menjalani pendidikan dan latihan selama enam bulan. Program ini akan menciptakan guru penggerak yang dapat (1) mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri, (2) memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik, (3) merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua, (4) berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid, dan (5) mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah.
![]() |
| Para CGP tampak serius mengikuti sosialisasi dan penguatan. |
Guru Penggerak diharapkan menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya. Caranya adalah (1) menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya, (2) menjadi pengajar praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah, (3) mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, (4) membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta (5) menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.
Para pengawas berpesan agar para CGP selalu bersemangat melaksanakan program diklat. Kuncinya adalah ikhlas, sabar, istiqamah, dan disiplin. Selain itu, mereka juga diharapkan senantiasa melaksanakan kesepakatan bersama, memanfaatkan forum komunikasi yang ada, memperhatikan tugas-tugas dan petunjuk CPP/fasilitator, serta mengoptimalkan kemampuan.
Para CGP akan menggunakan learning management system (LMS). Di dalamnya terdapat alur kegiatan, modul, penugasan, forum komunikasi, dan evaluasi. Kegiatan ini berprinsip MERDEKA; (1) mulai dari diri, (2) eksplorasi, (3) ruang kolaborasi, (4) demonstrasi kontekstual, (5) elaborasi pemahaman, (6) koneksi antarmateri, dan (7) aksi nyata.


Komentar
Posting Komentar